Langsung ke konten utama

penyesalan

beberapa kali penyesalan itu datangkarena kita terlalu takut untuk menghadapi  sesuatu, kita terlalu takut untuk mengambil resiko. namun kebanyakan orang beralasan hanya karena mereka tidak ingin gegabah dalam memutuskan sesuatu, karena terkadang ketika kita terlalu cepat dalam memutuskan sesuatu hal itu akan berakhir dengan penyesalan, hanya karena sebuah kecerobohan, padahal tidak selamanya keputusan yang kita ambil itu akan berakhir dengan tragis, bahkan penyesalan itu juga akan datang ketika kita terlalu lama mengambil sebuah keputusan hanya karena kita takut untuk memilih dan menghadapi resiko terhadap apa yang sudah kita pilih. saya kira semua orang pasti pernah mengalami hal semacam itu, 
 namun apakah selamanya kita akan berhati-hati untuk tidak mengambil resiko ? kapan kita akan berani menjalani segala resiko atas keputusan yang aku ambil ? padahal kita tau bahwa hidup itu penuh dengan pilihan, dan pilihan itulah yang akan menentukan masa depan kita

sama halnya seperti seorang pebisnis, di awal usahanya mereka mempertaruhkan modal sebesar-besarnya untuk memulai usahanya, mereka tidak  pernah tau apakah modal itu akan kembali atau tidak, hanya saja mereka terlalu yakin dan optimis bahwa nantinya modal yang mereka berikan akan kembali dan membawa segudang keuntungan. namun apakah dari semua pebisnis akan sukses dengan memberikan modal sebanyak-banyaknya ? tidak. tidak sedikit orang yang gagal dalam memulai usahanya, namun dengan kegagalan itu membuktikan bahwa meraka tidak takut untuk mengahadpi segala resiko atas keputusan yang mereka ambil dalam memulai usahanya, kebanyakan dari mereka menjadikan kegagallan itu adalah sebagai awal dari kesuksesanya, mereka akan terus belajar dari kegagalan itu hingga mereka yakin bahwa suatu saat mereka akan bertemu dengan kesuksesan itu.sama halnya dengan kehidupan kita, bukan hanya pebisnis, apapaun itu, kita hanya perlu memperjuangkan apa yang menjadi keinginan dan cita-cita kita,  dengan satu kunci "optimisme"

hidup itu penuh penyesalan, namun dengan penyesalan itu akan menjadikan kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dikedepanya, karena yang saya ketahui jatuh ke lubang yang sama itu adalah hal yang paling menyakitkan dari semua pengalaman buruk yang pernah saya alami, karena pada saat itu kita akan merasa menjadi orang yang paling bodoh sedunia

jangan pernah takut untuk mengambil resiko, karena penyesalan itu selalu ada dalam kehidupan kita. pilihan yang selalu datang silih berganti kepada kita, namun menentukan pilihan itu sangat penting dari pada kita lari dari apa yang seharusnya menjadi pilihan kita, walapun itu sangat beresiko, karena kesempatan itu tidak selalu datang untuk kedua kali,`dan itu juga akan menyebabkan sebuah penyesalan. tapi dengan penyeslan itu seharusnya akan lebih memotivasi diri kita untuk bisa melakukan yang lebih baik lagi di kedepanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analis film I Not Stupid Too Menurut Teori Psikologi

Review film I Not Stupid Too Film ini menceritakan tentang persahabatan dua orang remaja yang bernama Tom dan Chenchai, mereka adalah murid di sekolah “Singaphore High School”, mereka termasuk murid yang bandal di sekolah namun mereka sebenarnya adalah anak yang pintar, namun karena guru dan orang tua yang salah dalam mendidik jadilah mereka yang seperti itu. Dimulai dari sekolah, mereka yang berada di dalam suatu kelas regular dengan seorang guru yang selalu fokus pada kekurangan mereka, selalu memarahi murid-muridnya ketika tidak mengerjakan PR dan mendapat nilai yang buruk. Ada salah seorang guru bahasa china yang tidak bisa mengajar dengan baik di kelas, metode pembelajaran beliau disamakan dengan metode belajarnya dulu ketika beliau bersekolah, sehingga pembelajaranya pun susah dimengerti oleh murid-muridnya. berbeda dengan kelas lain , murid-muridnya berkata bahawa “rumput tetangga memang lebih nikamat,” Merka sangat iri terhadap kelas tetangga dengan guru yang selal...

Teenage

          hidup emang tak semudah apa yang saya bayangkan, benar-benar rumit. apalagi dimasa-masa remaja ku saat ini. mmm.. penuh dengan beban, penuh dengan konflik. terkandang aku berpikir, aku sangat merindukan masa-masa kecilku, hidup tanpa beban, melalui hari-hari dengan menyenangkan dan penuh canda tawa, bahkan saya pun bisa menangis dengan lepas, sekencang-kencangnya tanpa ada rasa malu. andaikata diusiaku yang ke 16 tahun ini saya masih bisa menangis seperti itu, mungkin hidup akan terasa lebih melegakan. tapi.. roda akan terus berputar, hidup tak hanya pada satu posisi. dan di usia ku yang menginjak remaja ini saya baru bisa meresakan adanyan perbedaan itu. untuk nangis aja susah banget,kalau pun saya ingin nangis aja saya harus ngumpet-ngumpet dulu biar ga ketahuan orang lain. dan disinilah letak permasalahan saya. saya merasa jarang sekali merasakan kebebasan hidup selama di SMA ini. seperti ada sesuatu yang mengikat raga dan jiwa saya, hinggu saya san...

Fokus Dan Konsentrasi

Seperti yang dikatakan guru saya, seorang guru tafsir yang sangat sabar dan tiada henti untuk memotifasi kami. sekarang saya tau apa yang seharusnya saya lakukan dimasa terakhir di SMA ini. Melatih konsentrasi dan fokus. Oke! Jika otak sedang bekerja untuk memikirkan sesuatu, cobalah untuk lebih selektif. Maksudnya.. Selama ini apa yang menyebabkan saya sangat susah untuk berkonsentrasi dan fokus adalah karena dalam berpikir saya tidak hanya memikirkan satu hal saja, tapi semua beban tertumpuk dalam pikiranku sehingga ketika ada suatu hal yang penting dan harus dipikirkan, malah bercampur aduk dengan segala beban saya, itulah   saya kira kenapa seseorang sangat susah berkonsentrasi. Jadi.. yang dimaksud dengan selektif dalam berpikir adalah memilah-milah mana yang perlu dipikirkan dan mana yang tidak perlu, jika sudah menemukan apa yang lebih perlu dipikirkan pada saat itu, fakuslah dan buang segala sesuatu atau hal-hal kecil yang tidak terlalu perlu untuk dipikirkan dan ...