Langsung ke konten utama

Komitmen Dengan Diri Snediri

hello guys, :) sudah sangat lama saya tidak posting di blog tercinta ini setelah lulus dari SMA, mungkin terakhir kali saya menulis ketika kelas tiga SMA, dan sekarang saya sudah berhasil menginjak ke jejang yang kebih tinggi lagi yaitu perguruan tinggi. status saya sekarang bukanlah seorang siswa lagi, tapi mahasiswa, cukup menyenangkan bagi saya, seperti keluar dari sangkar burung, saya bebas terbang kemanapun.
bebas ? apakah arti bebas itu ?

mungkin perlu analisis lebih dalam mengenai kata tersebut, kata itu seperti halnya sebuah kemerdekaan, kemerdekaan untuk sebuah kehidupan. namun perlu diketahui bahwa kata sederhana itu bisa akan sangat berbahaya jika kita tidak mempunyai visi dan misi dalam hidup kita.
itu artinya jika kita menyalahgunakan kebebasan itu maka kita akan terjerumus ke lubang yang tidak siinginkan :D

sekedar berbagi pengalaman,
menjadi mahasiswa memang menyenangkan, dimana tidak ada seorang pun  yang mampu mengatur diri kita, mahasiswa bebas melakukan apapun, dan itu artinya ketika kita melakukan kesalahan tidak akan  ada seorang pun yang akan mengingatkan. sangat berbeda dengan di masa SMA dimana kita sebagai seorang siswa selalu diatur dan mendapatkan peringatan maupun hukuman ketika melakukan sebuah kesalahan. namun sebagai seorang mahasiswa yang mampu untuk mencegah hal negatif atas kebebasannya dibutuhkan sebuah komitmen dengan diri kita masing-masing, karena itulah yang dapat mencegah agar kebebasan yang yang kita miliki sebagai seorang mahasiswa dapat dipergunakan dengan baik dan tidak disalah gunakan.

cara untuk membentuk komitmen dengan diri kita sendiri adalah dengan membuat visi dan misi yang jelas untuk menempuh perjalanan hidup kita masing-masing. dengan begitu kita akan selalu ingat apa tujuan hidup dengan merancang target-target yang hendak kita capai dalam menggapai tujuan tersebut, jangan sampai visi dan misi hidup kita gagal. dan itu membutuhkan managemen waktu yang baik.

seorang mahasiswa harus mampu untuk mengatur waktunya. seprti yang saya jelaskan diatas bahwa menjadi seorang mahasiswa itu bebas tanpa ada yang mengingatkan, termasuk mengingatkan dan memanage waktu kita. setiap detik yang kita lalui itu sangat berharga, jika kita sedikit terlena dalam memanfaatkan waktu yang terus berjalan ini, maka kita akan merugi.

sebagai seorang mahasiswa tidak semudah apa yang kita bayangkan ketika kita masih duduk dibangku SMA bahwa menjadi mahsiswa itu sangat bebas, kita bisa melakukan apapun yang kita suka, namun kebebasan itu justru akan lebih berhaya apabila kita tidak mempunyai komitmen dengan diri kita masing-masing. jadi,  utnuk membentuk komitmen dengan diri sendiri itu diperlukan visi misi hidup yang jelas, ada target untuk menggapai tujuan kita di masa depan serta bagaimana mengatur waktu secara efisien.

semoga bermanfaat ^_^


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analis film I Not Stupid Too Menurut Teori Psikologi

Review film I Not Stupid Too Film ini menceritakan tentang persahabatan dua orang remaja yang bernama Tom dan Chenchai, mereka adalah murid di sekolah “Singaphore High School”, mereka termasuk murid yang bandal di sekolah namun mereka sebenarnya adalah anak yang pintar, namun karena guru dan orang tua yang salah dalam mendidik jadilah mereka yang seperti itu. Dimulai dari sekolah, mereka yang berada di dalam suatu kelas regular dengan seorang guru yang selalu fokus pada kekurangan mereka, selalu memarahi murid-muridnya ketika tidak mengerjakan PR dan mendapat nilai yang buruk. Ada salah seorang guru bahasa china yang tidak bisa mengajar dengan baik di kelas, metode pembelajaran beliau disamakan dengan metode belajarnya dulu ketika beliau bersekolah, sehingga pembelajaranya pun susah dimengerti oleh murid-muridnya. berbeda dengan kelas lain , murid-muridnya berkata bahawa “rumput tetangga memang lebih nikamat,” Merka sangat iri terhadap kelas tetangga dengan guru yang selal...

bertanya-tanya.

ada apa sama aku?? hari demi hari., satu persatu semua orang mnjauhi aku.. aq bingung.  apa sih kesalahan aku, hingga aku ngg' bisa berkata2 di depan mereka. aku hanya ingin melakukan yang terbaik . apa aku salah.  perasaan yang ngga' pernah normal. gelisah sllu ada.. aq hanya ingin merasakan kehidupan yang benar2 tenang, dan slallu meresa bahagia dimanapun dan  dalam keadaan apapun.  aku hanya ingin punya teman banyak. tanpa seorang teman. hidup benar2 hmpa.  hidup sendiri ditengah-tengah keramaian. itulah aku. terkadang aq berfikir. biarpun ngga' da temen dismping aku, aq ingin tetap ceria dan melakukan yang terbaik. tp apa.. disaat aq benar2 sndri.. udah ngg' bisa aq melakukan smua itu.. hnya kemurungan yang tmpk dari raut wajah aku.. sudah 2 tahun berjalan, hampir 3 tahun. aku masih bertanya-tanya, ada apa dengan aku?

Teenage

          hidup emang tak semudah apa yang saya bayangkan, benar-benar rumit. apalagi dimasa-masa remaja ku saat ini. mmm.. penuh dengan beban, penuh dengan konflik. terkandang aku berpikir, aku sangat merindukan masa-masa kecilku, hidup tanpa beban, melalui hari-hari dengan menyenangkan dan penuh canda tawa, bahkan saya pun bisa menangis dengan lepas, sekencang-kencangnya tanpa ada rasa malu. andaikata diusiaku yang ke 16 tahun ini saya masih bisa menangis seperti itu, mungkin hidup akan terasa lebih melegakan. tapi.. roda akan terus berputar, hidup tak hanya pada satu posisi. dan di usia ku yang menginjak remaja ini saya baru bisa meresakan adanyan perbedaan itu. untuk nangis aja susah banget,kalau pun saya ingin nangis aja saya harus ngumpet-ngumpet dulu biar ga ketahuan orang lain. dan disinilah letak permasalahan saya. saya merasa jarang sekali merasakan kebebasan hidup selama di SMA ini. seperti ada sesuatu yang mengikat raga dan jiwa saya, hinggu saya san...